Jumat, 11 April 2014

Nasehat unk Nabi Musa as

Dikutip dr "Yusuf Mansur Network"

( TABIR-HATI ) HIKMAH BELAJARNYA NABI
MUSA A.S. PADA NABI KHIDIR A.S.
Hati nan terang karena Allah yang
menerangi...Kegelapan hati karena jauh dari
Ilaahi.. Cahaya Ilmu para Rosul menerangi
kegelapan disetiap zaman.. Raihlah cahaya
itu ....karena hakiki berasalkan dari
sumbernya, Allah azza Wajalla... Cahaya ilmu
Allah menerangi hati dan peradaban ia harta
yang sangat bernilai ..
Dan ketahuilah.....Harta yang paling bernilai
itu masih ada didekat kita.....
Bukalah harta bernilai itu dalam Al-Quran
Dan Sunnah, petunjuk Allah dalam menjalani
kehidupan dan semua bidangnya..
Petunjuk Ilaahi bukan dari pendapat orang,...
namun wahyu yang disampaikan Rabb
pencipta semua manusia yang maha
mengetahui segalanya.
( Nasehat Nabi Khidir A.S )
Dari Umar bin Al Khattab Radiyallahu Anhu ,
bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam
bersabda, “ Saudaraku, Musa Alaihissalam
berkata, Wahai Rabbi .., tampakanlah
kepadaku orang yang engkau tampakkan
kepadaku di perahu..”
Allah menurunkan wahyu kepada Musa ,” Hai
Musa kamu akan melihatnya..”
Tak berapa lama kemudian datang Khidir,
dengan aroma yang harum dan mengenakan
pakaian berwarna putih. Khidir berkata, “
Salam sejahtera atasmu wahai Musa bin
Imran. Sesungguhnya Rabbmu menyampaikan
salam kepadamu beserta rahmatNYa..
Musa berkata,” Dialah As-Salam dan kepada-
Nya kesejahteraan serta dari Nya
kesejahteraan. Segala puji bagi Allah Rabbul-
alamin yng nikmat-nikmatNya tidak dapat
kuhitung dan aku tidak dapat bersyukur
kepada-Nya kecuali dengan petolongan-Nya.
Kemudian Musa berkata, “ Aku Ingin engkau
memberiku nasihat dengan suatu nasihat
yang dengannya Allah memberikan manfaat
kepadaku sepeninggalmu.”
Khidir berkata,” Wahai pencari ilmu,
sesungguhnya orang yang berbicara tidak
lebih mudah jemu daripada orang yang
mendengarkan. Maka janganlah kau buat
orang-orang yang ada disekitarmu menjadi
jemu ketika engkau berbicara kepada mereka.
Ketahuilah bahwa hatimu merupakan bejana.
Kenalilah dunia dan buanglah ia
dibelakangmu, karena dunia bukan
merupakan tempat tinggalmu, dan apa yang
ditetapkan bagimu tidak ada di sana. Dunia
dijadikan sebagai perantara hidup hamba,
agar mereka mencari bekal darinya untuk
tempat kembali.
Hai Musa , letakkanlah dirimu pada
kesabaran, tentu engkau akan selamat dari
dosa. Wahai Musa, pusatkanlah minatmu
pada ilmu kalau memang engkau
menghendakinya.
Sesungguhnya ilmu itu bagi orang yang
berminat kepadanya. Janganlah engkau
menjadi mudah kagum kepada perkataan
yang disampaikan panjang lebar, karena
banyak perkataan mendatangkan aib bagi
orang yang berilmu dan dapat membocorkan
rahasia yang mestinya ditutupinya.
Tetapi semestinya engkau berkata sedikit
karena yang demikian itu termasuk taufiq
dan kebenaran.
Berpalinglah dari orang bodoh dan
bersikaplah secara lemah lembut terhadap
orang yang dungu, karena yang demikian itu
merupakan kelebihan para ahli hikmah dan
hiasan orang-orang yang berilmu.
Jika ada orang bodoh yang mencacimu ,
diamlah di depannya lalu menyingkir dari
sisinya secara hati-hati karena kelanjutannya
tetap menggambarkan kebodohannya
terhadap dirimu dan caciannya akan semakin
bertambah gencar dan banyak.
Wahai anak keturunan Imran, janganlah
engkau terlihat memiliki ilmu kecuali hanya
sedikit. Sesungguhnya asal keluar dan asal
berbuat merupakan tindakan menceburkan
diri kepada sesuatu yang tidak jelas dan
memaksakan diri.
Wahai anak Imran janganlah sekali-kali
engkau membukakan pintu yang tidak engkau
ketahui untuk apa pintu itu ditutup dan
jangan tutup pintu yang tidak engkau ketahui
untuk apa ia di buka.
Wahai anak Imran, siapa yang tidak berhenti
dari dunia, maka dunia itu yang akan
melahapnya. Mana mungkin seseorang
menjadi ahli ibadah jika hasratnya kepada
dunia tidak pernah habis?
Siapa yang menghinakan keadaan dirinya dan
membuat tuduhan terhadap Allah tentang apa
yang ditakdirkan baginya, mana mungkin kan
menjadi orang zuhud?
Adakah orang yang telah dikalahkan hawa
nafsunya akan berhenti dari syahwat?
Mana mungkin pencarian ilmu masih
bermanfaat bagi orang yang dipagari
kebodohan?
Perjalanan akan menunjukkan ke akhirat
dengan meninggalkan dunia .
Wahai Musa belajarlah apa engkau amalkan
agar engkau mengamalkannya dan janganlah
engkau menampakkan amalmu agar disebut-
sebut , sehingga engkau mendapat kerusakan
dan orang lain mendapat cahaya.
Wahai anak Imran, jadikanlah zuhud dan
taqwa pakaianmu, jadikanlah ilmu dan zikir
sebagai perkataanmu, karena yang demikian
itu membuatmu Rabbmu ridha. Berbuatlah
kebaikan karena engkau juga harus
melakukan yang lainnya. Engkau telah
mendapatkan nasihatnya jika engkau
menghafalkannya”.
Setelah itu Khidir berbalik meninggalkannya,
sehingga tinggal sendirian Musa dalam
keadaaan sedih. (Diriwayatkan Ath Thbrany
dalam Al Ausath, di dalam nya ada Zakaria
bin Yahnya Al Wafad, yang didhaifkan tidak
hanya oleh satu orang, Ibnu Hibband dalam
At Tsiqat. Dia menyebutkan bahwa dia salah
dalam kemaushullannya. Yang benar ,
didalamnya ada riwayat dari Sufyan Ats
Tsaury, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam mengatakannya, dan rijal yang
lainnya tsiqat. Majma”Az Zawa’id, 10/224)
( Hikmah Nabi Musa Belajar )
AI Imam Fakhrur Razi mengatakan,”
Ketahuilah , ayat ini (Qs al Kahfi: 66)
menunjukan bahwa Nabi Musa
memperhatikan adab serta tata cara yang
cukup banyak dan lunak ketika ingin belajar
dari nabi Khidir. Tata cara tersebut antara
lain :
Nabi Musa merendah’kan dirinya dengan
bertanya secara halus , “ Apakah engkau
mengizinku untuk mengikutimu? Padahal kita
tahu Nabi Musa adalah seorang nabi Ulul
Azmi yang pernah bercakap-cakap dengan
Allah dan memimpin Bani Israil. Dia pula
satu-satunya Nabi yang disebut namanya
dalam Al Qur’an sebanyak 300 Kali!
Kemudian nabi Musa mengatakan “ Supaya
kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang
benar..” ini membuktikan kepribadian luhur
dan sifat tawadlu untuk mengakui akan
kebodohan dirinya di hadapan sang guru.
Dan beberapa adab lainnya
Hikmah kisah ini juga menyampaikan salah
satu etika dalam menuntut ilmu (al Qur’an)
adalah bahwa ilmu harus dicari dari
sumbernya . Ia harus didatangi walau jauh
tempatnya dan kesulitan dalam
menempuhnya. Dan Nabi Musa
mencontohkan bagaimana ia walaupun
seorang nabi pilihan (ulul azmi) yang
sekaligus pemimpin , siap menempuh suatu
perjalanan untuk mencari ilmu.
Kemudian masalah spesialisasi atas bidang
ilmu, masing-masing manusia saling mengisi
melengkapi satu sama lain bersama menuju
keridhoan-Nya.
( Kehidupan Nabi Khidir tidak abadi )
Dan tentang masalah beliau masih hidup
sampai sekarang bertentangan dengan ayat
Allah : Kami tidak menjadikan hidup abadi
bagi seorang manusiapun sebelum kamu
(Muhammad), maka jikalau kamu mati,
apakah mereka akan kekal? Tiap –tiap yang
berjiwa akan merasakan mati (Qs Al Anbiya :
34-35)
Imam Bukhari dan beberapa perawi hadis
yang lain menegaskan Nabi Khidr Alaihi
Salam telah wafat
( Pelajaran Dari Surah Al-Kahfi )
Penjabaran bagaimana pelajaran Nabi Musa
kepada Nabi Khidir dalam berbagai
hikmahnya.
Bagi yang rajin tadabbur akan mengetahui
kisahnya, dimana sebuah hikmah, yaitu tidak
semua bisa melihat rahasia Allah, seringkali
logika dan pendapat dalam menyikapi
perintah-Nya, dan Taqdir tidak sejalan
karena keterbatasan indera manusia.
Karena itu Iman dikedepankan, bicara Iman
bicara hati dan keyakinan atas keluasan
Hikmah dari Allah Swt.
Semoga bermanfaat, dan semoga Allah
membukakan pintu hati kita, saudara kita
dalam Iman dan Islam hingga selamat sampai
dipenghujung akhir hayat, Aamiin.

Senin, 17 Februari 2014

Sholat dhuha

Yusuf Mansur Network( IBADAH ) SHALAT DHUHA DIKENAL DENGAN SHALAT MEMOHON RIZKISHALAT Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampaimenjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik (kira-kira jam 9.00). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi :“Allah berfirman : ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha), niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya’,“ (HR.Hakim dan Thabrani).Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anakAdam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha,karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

Minggu, 02 Februari 2014

Rezeki

“Setiap pagi sedekahkan al-Fatihah kepada kedua ibu bapamu, nescaya pintu rezekimu akan terbuka buat kamu”

Pentingnya kedudukan orang tua di hadapan Allah,begitu istimewanya mereka. Dan berbuat baik kepada keduanya termasuk ibadah yang mulia